Arti dari Posisi Tidur dan Manfaat Untuk Kesehatan

Sejauh ini mungkin sebagian dari Anda mengabaikan posisi tidur yang baik. Namun yang perlu Anda ketahui bahwa posisi tidur yang benar juga berpengaruh besar terhadap kesehatan kita. Dan posisi tidur yang sehat juga ternyata punya arti tersendiri untuk karakter-karakter bagi kehidupan seseorang. Admin akan menjelaskan secara rinci dibawah ini:

1. Posisi Tidur Telentang dengan Tangan di Samping Tubuh (Soldier)
posisi-tidur-telentang-soldier
Tidur telentang dengan kedua tangan di samping tubuh dianggap sebagai posisi tidur terbaik untuk kesehatan tulang belakang dan leher, selama Anda tak menggunakan bantal yang terlalu tinggi. Namun tidur telentang juga dapat memberi dampak dampak yakni dapat menyebabkan Anda mendengkur, tidur tak nyenyak, sulit bernapas, bahkan menimbulkan salah satu gangguan tidur seperti “Sleep Apnea” atau “Apnea Tidur”.

Kalian yang tidur dengan posisi ini biasanya merupakan pribadi yang tenang dan pendiam, serta memiliki standar tinggi dalam setiap hal yang ingin dicapai.

2. Posisi Tidur Telentang dengan Tangan di Atas Kepala (Starfish)
posisi-tidur-telentang-starfish
Posisi ini juga baik untuk kesehatan tulang belakang Anda. Selain itu, tidur telentang dengan kedua tangan di atas kepala juga dapat mencegah kerutan wajah dan mencegah munculnya jerawat. Namun sama halnya dengan posisi tidur dengan kedua tangan di samping, posisi tidur ini juga dapat menyebabkan Anda mendengkur, menaikkan asam lambung, serta memberikan tekanan pada saraf bahu Anda sehingga menyebabkan rasa sakit.

Orang yang tidur dengan posisi starfish merupakan seorang pendengar yang baik, sangat bersahabat, dan memiliki semangat tinggi, namun tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian.

3. Posisi Tidur Tengkurap (Freefall)
posisi-tidur-tengkurap-freefall
Tidur dengan posisi telungkup dapat meningkatkan daya kerja alat pencernaan Anda, jika Anda tak tidur dengan posisi muka menghadap ke bantal. Jika Anda tidur telungkup, sebaiknya miringkan wajah Anda agar Anda dapat bernapas dengan lebih mudah.Namun tidur dengan posisi ini dapat meningkatkan ketegangan di leher dan menyebabkan nyeri punggung.

Kalian yang tidur dengan posisi tengkurap cenderung suka bersosialisasi dan memiliki banyak teman, namun sering ceroboh dan mudah tersinggung serta tak suka mendapat kritikan.

4. Posisi Tidur Janin (Fetus)
posisi-tidur-janin-bayi-the-fetus
Posisi tidur meringkuk seperti janin baik bagi Anda yang sering mendengkur dan bagi yang sedang hamil. Namun meskipun nyaman, tidur dengan lutut ditarik ke atas dan dagu miring ke bawah ini juga dapat menyebabkan nyeri pada punggung dan leher.

Jika Anda terbiasa tidur dengan posisi ini, sebaiknya tidur meringkuk menghadap ke sebelah kanan. Karena tidur meringkuk menghadap sebelah kiri dapat menyebabkan stress pada organ vital tubuh Anda seperti paru-paru, hati, dan lambung.

Kalian yang tidur dengan posisi meringkuk ini merupakan pribadi yang sensitif dan pemalu. Namun jika sudah merasa dekat dengan orang lain, Anda dapat menjadi orang yang dapat menjadi teman bicara yang baik dan dapat mencairkan suasana.

5. Posisi Tidur Menyamping dengan Tangan di Samping Tubuh (Log)
posisi-tidur-menyamping-log
Ketika Anda tidur dengan posisi ini, tulang belakang Anda akan berbentuk lurus sehingga dapat mengurangi sakit punggung dan leher, serta juga dapat mengurangi “Sleep Apnea”. Namun tidur dengan posisi ini juga memberikan efek negatif berupa penuaan akibat gravitasi, yang menyebabkan kulit wajah Anda menjadi cepat keriput dan payudara menjadi kendur.

Orang yang tidur dengan posisi ini cenderung bersifat santai, suka bersosialisasi, ramah, mudah percaya, dan selalu memelihara kepercayaan yang diberikan oleh orang lain.

6. Posisi Tidur Menyamping dengan Tangan Terjulur Keluar (Yearner)
posisi-tidur-menyamping-yearney
Tidur dengan posisi ini dapat meringankan “sleep apnea” dan menurunkan asam lambung. Namun posisi ini juga dapat menimbulkan rasa sakit pada bahu dan lengan karena tekanan pada saraf dan aliran darah tak lancar.

Kalian dengan posisi tidur seperti ini cenderung terbuka untuk hal-hal baru, namun penuh dengan rasa curiga. Anda memerlukan waktu yang lama untuk mengambil keputusan, memikirkan konsekuensi yang akan ditimbulkan jika suatu keputusan diambil. Namun jika sudah membuat satu pilihan, Anda takkan pernah menyesali keputusan yang telah Anda ambil.

Akhirnya Anda tahu kan arti dari posisi tidur yang baik serta manfaat yang kita dapat.

Olahraga Untuk Ibu Hamil

Saat menjalani masa - masa kehamilan, seorang ibu hamil memang dianjurkan untuk rutin melakukan aktivitas atau olahraga ringan. Hal ini dikarenakan untuk menjaga kebugaran sang ibu, selain itu agar janin dalam kandungan dalam kondisi sehat dan terjaga. Tapi, meski begitu bukan berarti semua kegiatan dan olahraga boleh dilakukan. Untuk itu, sebagai ibu hamil harus pintar memilih olahraga yang baik untuk si ibu dan calon bayi. Dengan rutin melakukan kegiatan dan olahraga ringan saat hamil, juga akan meminimalisir keluhan saat kehamilan dan gak memungkinan juga bisa mempermudah proses persalinan.

olahraga-yang-baik-untuk-ibu-hamil

Tentu semua ibu hamil ingin menjalani masa kehamilan sampai tiba proses persalinan dengan lancar. Untuk itu, Admin akan membagikan beberapa olahraga yang aman dilakukan saat masa - masa kehamilan untuk membantu para ibu hamil agar tetap bugar.

Yoga
Latihan yoga aman dilakukan oleh ibu hamil karena termasuk latihan pernafasan. Gerakan - gerakan prenatal yoga dirancang khusus untuk melatih otot rahim dan panggul, yang akan membantu menunjang perkembangan janin serta mempersiapkan tubuh untuk melalui proses persalinan. Selain itu, gerakan prenatal pada yoga dapat membantu melancarkan pencernaan dan sistem sirkulasi dalam tubuh. Lewat yoga, rasa nyeri yang biasa dirasakan saat kehamilan pun bisa berkurang, serta meningkatkan mood buat para ibu hamil yang moodnya kadang tidak stabil.

Aerobik
Latihan aerobik biasanya memang memerlukan gerakan yang aktif namun, jangan khawatir, karena latihan aerobik untuk ibu hamil adalah yang low impact atau gerakan yang tidak melakukan banyak aktivitas melompat, sehingga gerakan aerobik yang dilakukan hanya gerakan yang nyaman. Dengan melakukan senam aerobik ini, pastinya tubuh akan terjaga kebugarannya, meningkatkan kekuatan otot, meredakan sakit punggung dan mampu membantu kelancaran saat bersalin.

Pilates
Selain yoga, ibu hamil juga bisa melakukan latihan pilates yang juga dapat memperkuat otot - otot yang berperan penting saat proses melahirkan yakni, perut dan panggul. Gerakan pilates sangat menekankan pada fleksibilitas, ketahanan otot, dan keseimbangan. Sehingga dapat mengurangi sakit pada otot perut, sakit pada punggung, serta melancarkan proses persalinan.

Buat ibu hamil yang tertarik menjalani latihan pilates ini, ada beberapa yang mesti diperhatikan nih:
Gunakan alat bantu seperti bantal kecil atau gulungan halus untuk mengganjal bagian bawah lutut untuk mengurangi ketegangan.

Pilih matras yang tidak licin.
Cari instruktur pilates yang benar - benar berpengalaman, dan menguasai gerakan untuk ibu hamil.
Bagi ibu hamil yang sedang menginjak masa trisemester kedua dan selanjutnya, hindari gerakan telentang dan bertumpu pada tulang punggung.

Jalan Kaki
Sekedar berjalan kaki di sore hari bisa menjadi aktivitas sederhana namun, Dengan rajin berjalan kaki ini, dapat melatih jantung janin agar lebih sehat, memperlancar peredaran darah, dan membantu penurunan kepala bayi sehingga saat proses persalinan dapat berjalan lebih mudah. Selain itu, olahraga yang satu ini adalah yang paling aman dilakukan. Berjalan kaki 30 menit selama tiga hari dalam seminggu merupakan rutinitas yang baik untuk dilakukan ibu hamil.

Berenang
Olahraga terbaik yang bisa dilakukan para ibu hamil selanjutnya adalah berenang. Berenang bisa dilakukan saat kandungan menginjak trimester pertama sampai ketiga. Tapi, saat kandungan menginjak usia 7 bulan ke atas diharapkan, para ibu hamil lebih berhati - hati karena keseimbangan yang semakin berkurang. Berenang akan membantu wanita hamil mendapat beberapa manfaat yang baik seperti melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan fungsi jantung dan paru - paru, mengurangi pembengkakan saat hamil dan yang lebih penting berenang dapat memperkuat otot - otot rahim dan panggul lebih kuat sehingga mempermudah saat bersalin.

Sepeda statis
Buat yang mau berolahraga dengan sepeda statis juga ga ada salahnya kok. Kamu bisa melakukan olahraga yang satu ini di usia kehamilan 16 - 20 minggu karena pada usia kandungan tersebut, plasenta sudah terbentuk sempurna. Kenapa harus sepeda statis bukan sepeda biasa? Alasannya karena sepeda statis lebih aman dan mencegah resiko terjatuh. Bersepeda dengan cara ini mampu meningkatkan oksigen ke otak bayi. Lakukan olahraga ini secara bertahap mulai 10 menit, 20 menit dan maksimal tidak lebih dari 60 menit.
© 2013 - 2015 Gubug Informasi - All Rights Reserved - Protected by DMCA
Back to Top