SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM

sejarah-pendidikan-islam

A. SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM

1. Sejarah


a. Secara Etimologi
Menurut Louis Ma’luf seperti yang dikutip oleh Drs. Hasbullah, di dalam bahasa Arab, perkataan sejarah disebut tarikh atau sirah yang berarti ketentuan masa atau waktu, dan ‘ilm tarikh yang berarti ilmu yg mengandung atau membahas penyebutan peristiwa atau kejadian, masa atau terjadinya peristiwa, dan sebab-sebab terjadinya peristiwa tersebut.


Di dalam bahasa Inggris sejarah disebut history yang berarti uraian secara tertib tentang kejadian-kejadian di masa lampau (orderly description of past event).

Sedangkan sejarah sebagai cabang ilmu pengetahuan mengungkapkan peristiwa masa silam, baik peristiwa politik, sosial, maupun ekonomi pada suatu bangsa atau negara, benua atau dunia.


b. Secara Terminologi
Majdi Wahab dalam bukunya Kamil Al-Muhandis, Mu’jam Al-Mushthalahat al-arabiyah fi Al-lughah wa Al-Adab seperti yang tlah dikutip oleh Drs Hasbullah menyebutkan bahwa sejarah secara terminologi diartikan sebagai sejumlah keadaan dan peristiwa yang terjadi di masa lampau, dan benar-benar terjadi pada diri individu dan masyarakat, sebagaimana benar-benar terjadi pada kenyataan-kenyataan alam dan manusia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sejarah berarti silsilah, asal-usul (keturunan), kejadian dan peristiwa yg benar-benar terjadi di masa lampau. Sedangkan ilmu sejarah adalah pengetahuan atau uraian tntang peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau.

Menurut H. Munawir Cholil, ilmu sejarah merupakan suatu pengetahuan yang gunanya untuk mengetahui keadaan-keadaan atau kejadian-kejadian yg telah lampau maupun yang sedang terjadi di kalangan umat.

Jadi, inti pokok dari sejarah selalu sarat dengan pengalaman-pengalaman penting yang menyangkut perkembangan keseluruhan keadaan masyarakat. Hal ini senada dengan pendapat Sayyid quthub yg menyatakan bahwa sejarah bukanlah peristiwa-peristiwa, melainkan tafsiran peristiwa-peristiwa dan pengertian mengenai hubungan-hubungan nyata dan tidak nyata yang menjalin seluruh bagian serta memberikan dinamisme dalam waktu dan tempat.

2. Pengertian Pendidikan Islam

Pendidikan Islam yaitu suatu proses bimbingan dari pendidik terhadap perkembangan jasmani, rohani, dan akal peserta didik ke arah terbentuknya pribadi muslim yang baik . Karena ia merupakan alat yang dpat difungsikan untuk mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan hidup manusia (sebagai makhluk pribadi dan sosial) kepada titik optimal kemampuannya untuk memperoleh kesejateraan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat. Dalam hal ini, maka kedayagunaan pendidik sebagai alat pembayaran sangat bergantung pda pemegang alat kunci yang banyak menentukan keberhasilan proses pendidikan , yang telah berkembang di berbagai daerah dari sistem yang paling sederhana menuju sistem pendidikan Islam yang modern. Dalam perkembangan pendidikan Islam, di dalam sejarahnya menunjukan perkembangan dalam subsistem yang bersifat operasional dan teknis terutama tentang metode, alat-alat dan bentuk kelembagaan. Adapun hal yang menjadi dasar dan tujuan pendidikan Islam tetap dpat dipertahankan sesuai dengan ajaran Islam dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah .

Pendidikan Islam menurut Zakiah Darajat merupakan pendidikan yang lebih banyak ditunjukkan kepada perbaikan sikap mental yg akan terwujud dalam amal perbuatan, baik bagi keperluan diri sendiri maupun orang lain yang bersifat teoritis dan praktis .

Dari berbagai pengertian pendidikan Islam di atas dapat kita simpulkan bahwa pendidikan Islam adalah proses bimbingan dari pendidik yang mengarahkan anak didiknya kepada perbaikan sikap mental yg akan terwujud dalam amal perbuatan dan terbentuknya pribadi muslim yang baik.

3. Pengertian Sejarah Pendidikan Islam

Berdasarkan pengertian-pengertian yang dipaparkan di atas, dapat dirumuskan tentang pengertian Sejarah Pendidikan Islam, yaitu :

  • Catatan peristiwa tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dari sejak lahirnya hingga sekarang ini.
  • Satu cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, baik dari segi gagasan atau ide-ide, konsep, lembaga maupun operasi onalisasi sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga saat ini.

B. METODE SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM

Mengenai metode sejarah pendidikan Islam, walaupun terdapat hal-hal yang sifatnya khusus, berlaku kaidah-kaidah yang ada dlam penulisan sejarah. Kebiasaan dari penelitian dan penulisan sejarah meliputi suatu perpaduan khusus keterampilan intelektual. Sejarahwan harus menguasai alat-alat analisis untuk menilai kebenaran materi-materi sebenarnya, dan perpaduan untk mengumpulkan dan menafsirkan materi-materi tersebut kedalam kisah yang penuh makna, sebagai seorang ahli, sejarahwan harus mempunyai sesuatu kerangka berpikir kritis baik dalam mengkaji materi maupun dalam menggunakan sumber-sumbernya .

Untuk memahami sejarah pendidikan islam diperlukan suatu pendekatan atau metode yang bisa ditempuh adalah keterpaduan antara metode deskriptif, metode komparatif dan metode analisis sistensis.

Dengan metode deskriptif, ajaran-ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw, yang termaktub dalam Al-Qur’an dijelaskan oleh As-sunnah, khususnya yang langsung berkaitan dengan pendidikan islam dapat dilukiskan dan dijelaskan sebagaimana adanya. Pada saatnya dengan cara ini maka yang terkandung dlam ajaran Islam dapat dipahami.

Metode komparatif mencoba membandingkan antara tujuan ajaran Islam tentang pendidikan dan tuntunan fakta-fakta pendidikan yang hidup dan berkembang pada masa dan tempat tertentu. Dengan metode ini dapat diketahui persamaan dan perbedaan yang ada pada dua hal tersebut sehingga dpat diajukan pemecahan yang mungkin keduanya apabila terjadi kesenjangan.

Metode analisis sinsesis digunakan untuk memberikan analisis terhadap istilah-istilah atau pengertian-pengertian yang diberikan ajaran Islam secara kritis, sehingga menunjukkan kelebihan dan kekhasan pendidikan Islam. Pada saatnya dengan metode sintesis dapat diperoleh kesimpulan-kesimpulan yang akurat dan cermat dari pembahasan sejarah pendidikan Islam. Metode ini dapat pula didayagunakan untuk kepentingan proses pewarisan dan pengembangan budaya umat manusia yang Islami .

Dalam penggalian dan penulisan sejarah pendidikan Islam ada beberapa metode yang dapat dipakai antaranya :
  1. Metode Lisan dengan metode ini pelacakan suatu obyek sejarah dengan menggunakan interview.
  2. Metode Observasi dalam hal ini obyek sejarah diamati secara langsung.
  3. Metode Documenter dimana dengan metode ini berusaha mempelajari secara cermat dan mendalam segala catatan atau dokumen tertulis.

HAK UNTUK PENDIDIKAN

Hak Untuk Pendidikan - Saya sekarang seoraang salah satu mahasiswa di Universitas swasta tepatnya didaerah parahyangan.. Sebuah kota yg lingkungannya sangat strategis untuk para Mahasiswa. Kalian perlu tahu bahwa pendidikan itu sangat perlu disemua kalangan.


hak-pendidikan

Perguruan tinggi adalah bukan pertanyaan bagi saya. Perguruan tinggi suatu tingkat lanjutan dari Sekolah Menengah atas. Tentu perguruan tinggi adalah harapan. Saya tahu bahwa pendidikan itu penting karena orang tua saya bilang begitu, dan mereka mendorong saya untuk melakukan yang terbaik. Karena saya diberitahu dari usia muda, bahwa pendidikan adalah jalan menuju sukses, saya sangat percaya itu. Namun, saya tidak sepenuhnya memahami pandangan saya. Pendidikan lebih memperkuat visi saya tentang pendidikan dan apa yang seharusnya dilakukan. Apa yang saya pelajari adalah bahwa pendidikan datang dalam dua bentuk:
  • pendidikan dilembagakan melalui pendidikan formal. 
  • pendidikan yang diajarkan oleh pengalaman.
Kedua bentuk dapat mengubah kehidupan. 

Sebagai institusi pendidikan adalah hak. Pendidikan adalah hak, hak yang dicuri dari begitu banyak. Banyak siswa duduk di lantai karena kurangnya meja di ruang kelas. Siswa tidak dapat diharapkan untuk berhasil dalam kondisi seperti itu. Tetapi bukti kesempatan yang tidak setara dalam pendidikan tidak hanya di negeri ini, itu juga dapat dilihat di negara-negar lain. Berpenghasilan rendah dan minoritas siswa menghadapi banyak tantangan yang sama. Pendidikan adalah pertanyaan kesetaraan. Mengingat bahwa semua manusia diciptakan sama, setiap pria, wanita, dan anak berhak dasar equal playing dan pendidikan adalah equalizer akhir. Sebuah landasan yang kuat dalam keterampilan dasar memberikan setiap orang kesempatan yang sama untuk menemukan keberhasilan. "Seseorang tidak dapat mengendalikan lingkungan di mana ia lahir dan dibesarkan, tetapi pendidikan dapat menempatkan dia di tingkat lapangan bermain dengan teman-temannya". Dengan dorongan dan tekad, seseorang yang dapat mencapai kesuksesan. Bahwa kehidupan telah ditangani dia. Seseorang yang lahir dalam kemiskinan bisa menjadi dokter, guru, atau bahkan mungkin pemimpin suatu negara. Pendidikan adalah kesempatan, kesempatan untuk memenuhi tujuan pribadi seseorang, untuk menjadi lebih dari apa yang masyarakat harapkan. Untuk begitu banyak, kesempatan dalam hidup datang dari kelas sosial seseorang dilahirkan, tetapi pendidikan memungkinkan seseorang untuk menempa jalan mereka sendiri dan menciptakan peluang sendiri. 

Pendidikan Formal melalui sekolah dapat memberikan hidup kebebasan baru. Kebebasan untuk berpikir, mengeksplorasi, dan tumbuh. Kebebasan untuk berubah. Sebuah kehidupan baru tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Bayangkan penyakit sosial yang dapat diberantas dengan pendidikan. Prasangka dan kebencian yang perilaku yang dipelajari, tetapi hanya sebagai salah satu diajarkan untuk membenci, kita juga dapat diajarkan untuk mencintai dan menerima. Pendidikan dapat menangkal kebencian. Pendidikan adalah kekuatan. Pendidikan adalah jauh lebih banyak dari buku-buku pelajaran dan soal matematika yang ditulis pada papan tulis. Pendidikan adalah pengetahuan yang didapat dari pengalaman dunia nyata dan aplikasi. Dan kadang-kadang pendidikan membuat kesalahan dan belajar dari mereka. Pendidikan adalah untuk mengisi tanggung jawab kehidupan Anda dan membuatnya lebih baik. 

Tetapi di atas semua, pendidikan bersifat pribadi. Pendidikan tidak sekolah. Banyak orang pergi ke sekolah tanpa menerima pendidikan. Tak lebih dari itu. Seseorang harus mau, harus mencari itu. Sebuah pendidikan adalah pengetahuan, yang kemudian dapat berubah menjadi kebijaksanaan. Ini adalah dasar dari peradaban. Pendidikan tidak hanya terbatas pada dinding kelas atau didikte oleh suara bel. Secara pribadi, momen terbesar saya pertumbuhan pribadi berasal dari waktu yang dihabiskan dalam komunitas saya, waktu saya bepergian, dan orang-orang yang saya temui di sepanjang jalan. Melalui pengalaman ini saya belajar untuk menghargai pendidikan saya sebagai hak, hak yang harus dipertahankan, bukan hanya untuk saya, tetapi untuk semua. Pada akhirnya, itu adalah bahan bakar ambisi saya dan kendaraan saya. Ibaratkan seperti itu. Meskipun pendidikan formal sangat penting untuk membuka pintu kesempatan, saya belajar banyak di luar lingkungan masyarakat, baik lokal maupun global. 

Untuk setiap pendidikan orang berbeda-beda. Pendidikan adalah pribadi. Hal ini terjadi di tempat yang paling tidak mungkin. Di dalam ruang kelas, duduk di meja dan mendengarkan guru mengajar kita membaca dan menulis, memecahkan masalah matematika, dan menyeimbangkan persamaan kimia. Tetapi pendidikan juga terjadi di supermarket, jalan, dan rumah. Sukses tidak ditentukan oleh gelar empat tahun, doktor, dan sebuah rumah di pinggiran kota. Semua itu ditentukan oleh prestasi pribadi kita. Pendidikan harus mendorong dan menginspirasi kita untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.

Pentingnya Pendidikan Untuk Anak Usia Dini

Pendidikan Untuk Anak Usia Dini adalah memberikan pengertian akan mana yang baik dan yang buruk. Perlu di tanamkan pada anak bahwa berbuat kesalahan tentu mengandung sejumlah konsekuensi, untuk itulah fungsi hukuman dalam pendidikan anak. Memberikan hukuman pada anak yang benar seharusnya tetap berlandaskan kasih sayang, dan tidak sampai menggunakan kekerasan fisik. Banyak hal yang dilakukan orangtua baik itu secara tegas maupun halus. Tetapi tetap saja anakya kurang mengerti dengan seiring berjalannya waktu, serta bertumbuhnya anak itu, akan nampak pada saat dewasa nanti.

pendidikan-anak-usia-dini


Cara efektif memberikan pendidikan disiplin pada anak.
  • Arahan dan nasihat 
  • Dialog hati 
  • Memberi contoh 
  • Limpahi dengan hadiah atas prestasinya 
  • Hukuman dengan kasih sayang. 
  • Kata-kata bijak 
Cara yang benar dalam pemberian hadiah kepada anak:
  • Orang tua jangan membuat target untuk nilai prestasi anak disekolah. 
  • Tidak memberikan hadiah kepada anak agar patuh kepada orang tua. 
  • Berikan hadiah yang menjadi kebutuhan utama terutama yang mendukung kegiatan belajar. 
  • Tidak memberikan hadiah diluar batas kemampuan. 
  • Jangan sampai menjadikan hadiah sebagai janji. 
  • Prinsip penting dalam menyayangidengan hukuman antara lain: 
  • Menghukum sesuai tahapan usia anak 
  • Menghukum sesuai bobot kesalahan. 
  • Tidak menghukum karena kesalahan oranglain 
  • Aturan hukum diterangkan pada anak 
  • Menghukum tidak depan orang lain.
Hukuman yang baik, adalah:
  • Hukuman yang mengandung nilai kasih dan membuat anak tahu dimana letak kesalahannya.
  • Ajari mengucapkan kata ”maaf” ketika salah dan ”terima kasih” ketika ada yang meminta maaf.
  • Kesabaran dan ketelatenan untuk terus dan terus melakukan pengertian.
  • Berikan Pujian dari setiap hukuman.
Mengatasi perasaan emosi orang tuayang mengarah pada kekerasan.
  1. Kenali kegusaran anda.
  2. Berikan suatu pembenaran untuk marah. Ubah arah kemarahan anda pada hal selain anak,misalnya memencet boneka bebek karet dengan kuat.
  3. Salurkan kemarahan anda kearah positif..
  4. Cobalah merelaksasikan diri. Menarik nafas dalam-dalam dan dihembuskan.
  5. Lebih baik membawa kemarahan untuk tidur.

KESIMPULAN
Dalam memberikan pendidikan dispilin terhadap anak tidak harus sampai menggunakan kekerasan,karena tanpa disadari bukan kedisplinan yang diajarkan melainkan pendidikan kekerasan yang akan diingat anak dan ditirunya di masa berikutnya. Untuk mendisiplinkan anak,hukuman-hukuman juga bisa diterapkan dalam mendidik kedisplinanan. Tapi yang perlu di ingat tak semua hukuman bisa dipakai,hukuman pun sesungguhnya memiliki aturan dan prinsip dalam pemakainnya agar hukuman tak menjurus kearah kekerasan baik fisik maupun psikis.

Pengertian Management Menurut Para Ahli

Pengertian Management Menurut Para Ahli - Management adalah kosa kata yang berasal dari bahasa Perancis kuno, yaitu management yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Sejauh ini memang blum ada kata yang mapan dan diterima secara universal sehingga pengertiaanya untuk masing-masing para ahli masih memiliki banyak perbedaan.

management-para-ahli

Secara umum management juga dipandang sebagai sebuah disiplin ilmu yang mengajarkan tentang proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui upaya bersama dengan sejumlah orang atau sumber milik organisasi. Dlam hal ini manajemen dibedakan menjadi 3 bentuk karakteristik, diantaranya adalah:
  • Sebuah proses atau seri dari aktivitas yang berkelanjutan dan berhubungan. 
  • Melibatkan dan berkonsentrasi untuk mendapatkan tujuan organisasi. 
  • Mendapatkan hasil-hasil ini dngan berkerja sama dengan sejumlah orang dan memanfaatkan sumber-sumber dimiliki si organisasi.

Pengertian Management Menurut Para Ahli
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa sejauh ini belum ada kata mapan dan diterima secara universal tntang pengertian dari manajemen dan dengan demikian, maka beberapa para ahli masih memiliki pandangan yang berbeda terkait dengan pengertian manajemen itu sendiri. Seperti apa pengertian manajemen oleh beberapa ahli? Berikut adalah pemaparannya.

Menurut G.R. Terry:
Management adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksudmaksud yang nyata.

Menurut Hilman:
Management adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.

Menurut Ricky W. Griffin:
Management sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Menurut Drs. Oey Liang Lee:
Management adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut William H. Newman:
Management adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain.

Menurut Renville Siagian:
Management adalah suatu bidang usaha yang bergarak dalam bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh para tenaga ahli tyerlatih serta berpengalaman.

Menurut Prof. Eiji Ogawa:
Management adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.

Menurut Federick Winslow Taylor:
Management adalah Suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan organisasi lain)atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan dengan menggunakan alat-alat perumusan.

Menurut Henry Fayol:
Management mengandung gagasan lima fungsi utama yaitu, merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan.

Lyndak F. Urwick:
Management adalah Forecasting (meramalkan), Planning Orga-nizing (perencanaan Pengorganisiran), Commanding (memerintahklan), Coordinating (pengkoordinasian) dan Controlling (pengontrolan).

Ditinjau dari segi fungsinya, manajemen memiliki 4 fungsi dasar manajemen yang menggambarkan proses manajemen, semuanya terangkum sebagai berikut:
  • Perencanaan. 
  • Pengorganisasian. 
  • Pengaruh. 
  • Pengendalian. 
  • Perencanaan
Perencanaan melibatkan urusan memilih tugas yg harus di lakukan untuk mempertahankan tujuan organisasi, menjelaskan bagaimana tugas harus dilaksanakan, dan memberi indikasi kpan harus dikerjakan.

Aktivitas perencanaan memfokuskan pada mempertahankan tujuan. Para manajer menegaskan secara jelas apa yg organisasi harus lakukan agar berhasil. Perencanaan fokus terhadap kesuksesan dari organisasi dlam jangka waktu pendek dan juga jangan panjang.

Pengorganisasian
Pengorganisasian yakni memberi tugas sebagai hasil dari tahapan perencanaan, tugas tersebut di berikan kepada beragam individu atau grup didalam organisasi. Mengorganisir adalah untuk menciptakan mekanisme untuk menjalankan rencana.

Pengaruh
Pengaruh merupakan sebuah motivasi, kepemimpinan atau arah. Pengaruh dapat di definisikan sebagai bimbingan dari aktivitas dari anggota organisasi dalam arah yang dapat membantu organisasi lebih terarah untuk mencapai hasil atau target.

Pengendalian
Pengendalian merupakan sejumlah peranan yang dimainkan oleh para manajer: 
  1. Mengumpulkan informasi untuk mengukur performa. 
  2. Membandingkan performa masa kini dengan sebelumnya. 
  3. Menentukan aksi selanjutnya dari rencana dan melakukan modifikasi untuk menuai parameter performa diharapakan.

Pengertian Brainware pada Komputer

Brainware Komputer adalah setiap orang yg terlibat dalam kegiatan pemanfaatan komputer atau sistem pengolahan data. Brainware jga dapat diartikan sebagai perangkat intelektual yang mengoperasikan dan mengeksplorasi kemampuan dari hardware komputer maupun software komputer. Tanpa adanya brainware ini mustahil hardware dan software yg canggih sekalipun dapat dimanfaatkan secara maksimal. Berdasarkan tingkat pemanfaatannya, brainware komputer dibagi dalam 4 tingkatan :

brainware-komputer

A. System Analyst
System Analyst adalah seseorang yg bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yg paling sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan. System Analyst juga memegang peranan yg sangat penting dalam proses pengembangan sistem.

Seorang system analyst harus memiliki setidaknya empat keahlian : analisis, teknis, manajerial, dan interpersonal (berkomunikasi dengan orang lain). Kemampuan analisis memungkinkan seorang system analyst untuk memahami perilaku organisasi beserta fungsi-fungsinya, pemahaman tersebut akn membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan terbaik serta menganalisis penyelesaian permasalahan. Keahlian teknis akan membantu seorang system analyst utk memahami potensi dan keterbatasan dari teknologi informasi. Dan seorang system analyst harus mampu untuk bekerja dengan berbagai jenis bahasa pemrograman, sistem operasi, serta perangkat keras yang digunakan. Keahlian manajerial akan membantu seorang system analyst untuk mengelola proyek, sumber daya, risiko, dan perubahan. Keahlian interpersonal akan membantu system analyst dalam berinteraksi dengan pengguna akhir sebagaimana halnya dngan programer, administrator dan profesi sistem lainnya.

B. Programmer
Programmer adalah seseorang yang mempunyai kemampuan menguasai salah satu atau banyak bahasa pemrograman seperti bahasa C, Pascal, Java, dll. Programmer juga bisa dikatakan sebagai pembuat dan petugas yang mempersiapkan program yang dibutuhkan pada sistem komputerisasi yang akan dirancang.

C. Administrator
Administrator adalah seseorang yang bertugas mengelola suatu sistem operasi dan program-program yang berjalan pada sebuah sistem komputer atau jaringan komputer.

D. Operator
Operator adalah pengguna biasa yang hanya memanfaatkan sistem komputer yang sudah ada atau istilahnya dia hanya menggunakan apilkasi-aplikasi tertentu.


4 tingkatan di atas merupakan brainware/pengguna umum dari sebuah sistem komputer. Sebenarnya dalam bidang IT masih banyak brainware-brainware komputer lainnya seperti Teknisi, Graphic Designer, Spesialis Jaringan, dll. Namun itu semua tidak wajib harus Anda ketahui, yang wajib Anda ketahui cukup 4 tingkatan ini.

Perbedaan Jurusan TEKNIK INFORMATIKA dengan SISTEM INFORMASI

Banyak orang bingung membedakan masing-masing ilmu komputer. Apalagi dalam memilih jurusan yang terkait dengan teknologi informasi pda saat akan kuliah. Bagi orang awam setiap rumpun ilmu trsebut terkesan sama, pdahal rumpun ilmu tersebut sangat berbeda cakupan pembahasannya.


Perbedaan Jurusan TEKNIK INFORMATIKA dengan SISTEM INFORMASI

Apakah bedanya antara jurusan Teknik Informatika dengan Sistem Informasi? 

perbedaan jrusan teknik informatika dan sistem informasi mungkin mirip dengan perbedaan jurusan kedokteran dan kesehatan masyarakat. yang satu lebih bersifat teknis, satunya lebih bersifat manajerial. Konon dokter brtugas mengobati orang sakit, sarjana kesehatan masyarakat bertugas mengelola rumah sakit (menjadi kepala rumah sakit, puskesmas, dengan kata lain: menjadi bosnya dokter). 

Terkadang ada pertanyaan seperti ini bagi orang-orang yang baru mengenal komputer dan mau mengambil jurusan kuliah tentang teknologi informasi. 

Apakah Sistem Informasi dan Teknik Informatika itu sama? 
Jelas berbeda. Mungkin beberapa dari kita beranggapan bahwa jurusan Sistem Informasi tidak berbeda jauh dengan jurusan lain sperti Teknik Informatika. Padahal memang sangat jauh berbeda. Mungkin dngan sedikit penjabaran, kita bisa tahu apa bedanya Jurusan Sistem Informasi dengan jurusan lain. 

Di Indonesia sendiri hnya ada tiga jurusan saja yang mempelajari kurikulum tentang komputer, yaitu: 
  • Computer Science untuk jurusan Teknik Informatika atau Ilmu Komputer. 
  • Computer Engineering untuk jurusan Sistem Komputer atau Teknik Komputer 
  • Information System untuk Jurusan Sistem Informasi atau Manajemen Informatika 
Terkadang banyak orang yang bingung membedakan jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi dan bnyak juga orang–orang yang beranggapan bahwa kedua jurusan ini sama. Padahal jelas-jelas kedua jurusan ini sangat berbeda. 

Penjabarannya sebagai berikut: 

Information Systems (Sistem Informasi) 
Jurusan ini mempelajari tntang bagaimana membangun dan menerapkan teknologi informasi dengan proses bisnis yang ada saat ini, sehingga suatu bisnis akn dpat dengan efektif mencapai tujuannya dengan menerapkan IT dalam bisnis. 

Computer Science (Teknik Informatika) 
Jurusan ini mempelajari tentang bagaimana mengembangkan computer vision, robotica, intelligence system, dan hal-hal lainnya yg terkait dngan pengembangan komputer di masa yang akan datang. 


TEKNIK INFORMATIKA SISTEM INFORMASI 

menekankan kemampuan dalam merancang dan mengembangkan ragam algoritma komputasi menekankan kemampuan dlam merancang, 

mengembangkan, dan menerapkan sistem informasi organisasi 

Variasi Nama Jurusan/Prodi Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Ilmu Komputasi, Informatika, Ilmu Informatika, Matematika Komputasi, dan lain sebagainya Sistem Informasi, Manajemen Informatika, Sistem Informasi Manajemen, Manajemen Sistem Informasi, Manajemen Informasi, dan lain sebagainya. 

Kurikulum Kurikulumnya akan sangat kental dengan ilmu pengetahuan terkait dengan logika matematika, komputasi, dan algoritma – yang dlam model terapannya dinyatakan dalam pengembangan program komputer. Kurikulum harus ditekankan pada bagaimana memastikan agar teknologi dan sistem informasi yang dimiliki selaras dengan strategi bisnis perusahaan, agar dapat tercipta keunggulan kompetitif dalam bersaing (the value of information technology to the business). 

Cakupan Ilmu -Spektrumnya sangat beragam dari yang sangat teoritis dan algoritmis, hingga yang bersifat sangat terapan seperti pengembangan robotika dan sistem cerdas. 

Terbagi menjadi tiga bagian utama yg fokus pada teori maupun algoritma yang dipergunakan: 

Dalam proses perancangan dan implementasi perangkat lunak. 
Dalam proses dan perancangan sistem perangkat keras serta komponennya. 
Sebagai model matematis dalam menyelesaikan permasalahan tertentu. -Fokus pada teknik mengintegrasikan solusi teknologi informasi dengan proses bisnis agar kebutuhan organisasi akan informasi dapat terpenuhi 

Menekankan pada “informasi” sebagai sebuah sumber daya penting dalam berproduksi, terutama dalam kaitannya kebutuhan korporasi dalam pencapaian visi dan misi yang dicanangkan. 
Mempelajari aspek penting bagaimana “informasi” diciptakan, diproses, dan didistribusikan ke seluruh pemangku kepentingan dalam institusi. 

Jelas kedua jurusan ini sangat berbeda dimana SI mempelajari tentang management IT dan TC mempelajari tentang pengembangan komputer. Tapi yg jelas setiap jurusan memiliki batasan ruang keahlian. 

Dengan ini setidaknya ada gambaran sedikit bgi orang-orang terutama para calon mahasiswa baru,

FILOSOFI MANAJEMEN AUDIT

Filosofi Manajemen Audit

1.1 Audit Manajemen

Audit it manajemen adalah suatu teknik yang meliputi berbagai bidang yang luas tentang prosedur, metode penilaian, kelayakan dan pendekatan-pendekatan. Pemeriksaan manajemen dirancang untuk menganalisis, menilai, meninjau ulang dan menimbang hasil kerja perusahaan dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan atau pedoman yang ditentukan oleh perusahaan. Tujuan dari pemeriksaan manajemen adalah untuk mengevaluasi efisiensi dan efektifitas perusahaan (Alexander Hamilton Institute, 1986:1).

manajemen audit

Menurut Arens dan Loebbecke (2003:12) Audit manajemen adalah evaluasi terhadap seluruh prosedur dan metode organisasi perusahaan, dalam tujuan untuk mengevaluasi tingkat efisiensi dan efektivitas perusahaan.

Menurut Carmichael dan John Wilingham (Auditing Concepts and Methods : A Guide to Current Auditing Theory and Practise, 1996:625)manajemen audit adalah suatu penelaahan sistematis terhadap aktivitas suatu organisasi tertentu dalam hubungannya dengan tujuan-tujuan tertentu dengan maksud untuk menilai kegiatan, mengidentifikasi berbagai kesempatan untuk perbaikan, mengembangkan rekomendasi bagi perbaikan atau tindakan lebih lanjut.

Pengertian audit manajemen menurut Alejandro R Gorospe yang dikutip oleh Amin Widjaja Tunggal dalam bukunya Audit Manajemen Kontemporer (2000 : 2) adalah : “Audit manajemen adalah suatu teknik yang secara teratur dan sistematis digunakan untuk menilai efektifitas unit atau pekerjaan dibandingkan dengan standar perusahaan dan industry, dengan menggunakan petugas yang ahli dengan lingkup objek yang di analisis, untuk menyakinkan manajemen bahwa tujuannya dilaksanakan, dan keadaan yang membutuhkan perbaikan di temukan .”

Sementara itu, menurut Sukrisno Agoes dalam bukunya Auditing (pemeriksaan akuntan) oleh KAP (2004: 175) dikemukakan bahwa: “Audit manajemen, disebut juga operasional audit, audit fungsional, audit sistem, adalah suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditentukan manajemen, untuk mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut sudah dilakukan secara efektif, efisien, dan ekonomis.”

1.2 Terminologi Audit Manajemen
Pentingnya Manajemen Audit menurut pendapat Theo Haiman dalam bukunya, Professional Management yang dikutip oleh Ramanathan (1990:292) berkaitan dengan munculnya kebutuhan akan management audit: Modern Auditing saat ini penekanannya lebih pada pada pemeriksaan internal yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi organisasi secara keseluruhan. Hal ini dilakukan secermat mungkin agar area-area kelemahan bisa diidentifikasi, untuk kemudian ditunjukkan kepada manajemen, dan selanjutnya ditawarkan rekomendasi untuk mempercepat proses perkembangan manajemen. Management audit merupakan konsep yang digunakan untuk maksud tersebut. Management audit digunakan untuk memastikan seberapa baik manajemen, baik dalam hubungan eksternalnya dengan pihak luar maupun efisiensi internalnya. Pemeriksaan dilakukan terhadap smoothness organisasi, mulai dari level teratas sampai level terbawah. Dengan demikian, hampir setiap aspek manajemen diperiksa, dan rekomendasi yang ditawarkan diharapkan bisa meningkatkan efisiensi dan profitabilitas (Batra, 1997). Management audit muncul karena kebutuhan akan penilaian yang independen atas kinerja manajemen pada berbagai level, termasuk level top manajemen (Ramanathan, 1990:292).

Sedikit perhatian yang diberikan kepada auditing tipe ini.

Management audit pertama kali dikenal di United Kingdom pada tahun 1932, ketika T.G. Rose, yang dikenal lewat bukunya yang berjudul The Management Audit, mengajukan konsep ini lewat makalah yang dia presentasikan kepada Institute of Industrial Administration. Selanjutnya, konsep ini memperoleh perhatian yang lebih besar di USA (Batra, 1997). Management audit dianggap sebagai sebuah fenomena saat ini yang berasal dari audit keuangan eksternal, audit operasional internal dan konsultasi manajemen. Kebutuhan akan audit terhadap manajemen, termasuk direktur, muncul sebagai akibat dari pemisahan antara pemilik dengan pengendalian perusahaan, yang merupakan ciri dari perusahaan modern saat ini (Burrowes dan Persson, 2000). Operasi-operasi organisasi meningkat dari segi volume dan kompleksitas. Masalah-masalah manajerial yang muncul menimbulkan tekanan-tekanan baru pada level manajemen yang lebih tinggi.

1.3 Tujuan Audit Manajemen

a) Penilaian atas pengendalian
Berhubungan dengan pengendalian administrasi (administrative control) pada suatu perusahaan, yang bertujuan untuk menentukan apakah pengendalian yang ada telah memadai dan terbukti efektif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan.

b) Penilaian atas pelaksanaan 
Auditor mengumpulkan informasi untuk menentukan apakah kegiatan perusahaan telah berjalan secara efektif dan efisien.

c) Memberikan bantuan kepada manajemen 
Dengan jalan memberikan rekomendasi perbaikan yang diperlukan oleh perusahaan. Dan sebagai seorang auditor untuk membantu manajemen harus memahami dahulu prinsip-prinsip manajemen yang diterapkan dan fungsi-fungsi manajemen, yaitu planning, organizing, staffing, leading, dan controlling.

1.4 Manfaat Audit Manajemen

a) Mengevaluasi tujuan, kebijakan, sasaran, peraturan, prosedur dari struktur organisasi yang belum ditentukan sebelumnya. 

b) Mengevaluasi kriteria pengukuran pencapaian tujuan organissasi dan penilaian prestasi manajemen. 

c) Secara independen dan objektif menilai prestasi individual dan kegiatan unit organisasi tertentu. 

d) Menilai efisiensi, efektivitas, dan kehematan sistem perencanaan dan pengendalian manajemen. 

e) Menemukan atau mengidentifikasi masalah organisasi yang timbul dan jika mungkin menentukan penyebabnya. 

f) Menilai atau meyakini reliabilitas dan manfaat berbagai laporan pengendalian manajemen

1.5 Ruang Lingkup dan Tujuan Audit

Ruang lingkup audit manajemen meliputi seluruh aspek kegiatan audit manajemen . Ruang lingkup ini dapat berupa seluruh kegiatan atau dapat juga hanya mencakup bagian tertentu dari program /aktifitas yang dilakukan . priode audit juga berfariasi . biasa untuk jangka waktu satu munggu , beberapa bulan , satu tahun bahkan beberapa tahun , sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai .

Audit manajemen ini melihat :

a) Kriteria efektifitas, efisiensinya yang digunakan sebagai asersi suatu standar sehingga standar- standar dapat diberlakukan guna mengurangi risiko yang ada. Keefektifitasan dan efisiennya suatu perusahaan hendaknya juga melihat dari keamanan para pekerja, bagaimana perusahaan itu juga memperhatikan pekerjanya guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi.

b) Causes sebagai asersi suatu tindakan, hal yang menjadi tindakan yang serius pada kasus tersebut, perusahaan kurang memperhatikan keselamatan para pegawai sehingga diperlukan inspeksi dengan mendeteksi risiko dengan cara mengawasi para buruh ditempat kerja.

c) Effect sebagai asersi atas hasil suatu tindakan, dengan memberlakukan standar dapat mengurangi kecelakaan bagi para pekerja serta memperbaiki risiko, masalah pelanggaran.

Dari hasil kesimpulan tujuan Criteria, Causes, dan Effect dapat memberi masukan untuk mengurangi kecelakaan pekerja dan mendeteksi masalah, yang juga memberlakukan standar.

1.6 Prinsip Dasar Audit Manajemen

Ada tujuh prinsip dasar yang harus diperhatikan auditor agar manajemen dapat mencapai tujuan dengan baik, meliputi :

a) Audit dititik beratkan pada objek audit yang berpeluang dapat diperbaiki. Prinsip ini mengarahkan audit pada berbagai kelemahan manajemen baik dalam bentuk operasional yang berjalan tidak efisien dan pencapaian tujuan yang tidak efektif maupu kegagalan perusahaan dalam menerapkan berbagai ketentuan dan peraturan serta kebijakan yang ditetapkan

b) Prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit

Audit merupakan prasyarat yang harus dilakukan sebelum penilaian dilakukan.

c) Pengungkapan dalam laporan mengenai temuan-temuan yang bersifat positif Memberikan penilaian objektif terhadap objek yang diaudit.

d) Identifikasi individu-individu yang bertanggung jawab atas kekurangan-kekurangan yang terjadi. Hal ini penting karena dengan mengetahui individu-individu tersebut, akan lebih dalam dapat digali permasalahannya dan penyebab terjadinya kelemahan tersebut, sehingga tindakan koreksi yang akan dilakukan akan menjadi lebih cepat dan tepat.

e) Penentuan tindakan terhadap petugas yang seharusnya bertanggungjawab.
Walaupun auditor tidak berkewenangan memberi sanksi, tetapi auditor dapat memberikan pertimbangan sanksi yang tepat yang akan diberikan pada pihak yang bertanggung jawab.

f) Pelanggaran hukum.
Walaupun bukan tugas utama seorang auditor melakukan penyelidikan terhadap pelanggaran hokum, auditor harus segera melaporkan temuan pelangaran.

g) Penyelidikan atau pencegahan kecurangan.

Apabila terjadi kecurangan atau (fraud), maka auditor harus member perhatiandan penyelidika yang lebih dalam terhadap hal tersebut, diharapkan kecurangan tidak terjadi lagi.

1.7 Tahap-Tahap Audit Manajemen Menurut Ahli

A. Menurut Hamilton (1986:5)
Definisi ruang lingkup pekerjaan Management audit bisa dilakukan dalam lingkup yang umum dan audit akan meliputi suatu penilaian terinci atas tiap-tiap aspek operasional organisasi. Management audit juga bisa dilakukan atas suatu masalah tertentu untuk mencari bukti-bukti yang menjadi penyebabnya serta merekomendasikan tindakan koreksi tertentu. Perencanaan, persiapan dan organisasi Ketika suatu lingkup pekerjaan sudah ditentukan, tim audit akan membuat suatu tindakan perencanaan atas pelaksaanaan pekerjaan. Perencanaan meliputi langkah-langkah yang harus dilakukan dan estimasi waktu yang diperlukan untuk mencapai setiap tahap pekerjaan. Tiap sumber bukti yang berkaitan dengan area yang diperiksa harus dianalisa secara mendalam dan terus diperbaharui.

a) Pengumpulan fakta dan dokumentasi informasi terbaru.
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan informasi data yang berkaitan dengan area lingkup pekerjaan yang ditentukan. Data bisa diperoleh dari surat menyurat, kebijakan dan prosedur, serta semua informasi informal lainnya yang bisa diperoleh secara langsung dari karyawan lewat wawancara.

b) Riset dan analisa.
Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam proses management audit. Pada tahap ini dilakukan pengumpulan bukti dan fakta-fakta yang dianggap penting dalam mendukung laporan akhir yang akan diserahkan kepada top manajemen.

c) Laporan.
Tahap ini meliputi ringkasan atas pekerjaan yang dilakukan, gambaran mengenai ruang lingkup pekerjaan, rincian mengenai temuan-temuan utama dan diskusi mengenai alternatif-alternatif yang dapat digunakan top manajemen untuk mengurangi permasalahan yang ada.


B. Menurut Leo Herbert yang dikutip oleh Agoes (1996:176)

Prelimenary Survey (Survei Pendahuluan). Tujuan dari survey pendahuluan adalah untuk mendapatkan informasi umum dan latar belakang, dalam waktu yang relatif singkat, mengenai semua aspek organisasi, kegiatan, program, atau sistem yang dipertimbangkan untuk diperiksa, agar dapat diperoleh pengetahuan atau gambaran yang memadai mengenai objek pemeriksaan.

a) Review and Testing of Management Control System (Penelaahan dan Pengujian atas Sistem Pengendalian Manajemen).

Tahap ini dimaksudkan untuk mendapatkan bukti-bukti mengenai ketiga elemen dari tentative audit objective (tujuan pemeriksaan sementara), yaitu criteria, causes dan effects, dengan melakukan pengetesan terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang berkaitan dengan sistem pengendalian manajemen dan untuk memastikan bahwa bukti-bukti yang diperoleh dari perusahaan adalah kompeten jika audit diperluas dalam detailed examination (pengujian terinci). Criteria merupakan standar yang harus dipatuhi oleh setiap bagian dalam perusahaan, causes adalah tindakan-tindakan yang menyimpang dari standar yang berlaku, dan effects adalah akibat dari tindakan-tindakan menyimpang dari standar yang berlaku.

b) Detailed Examination (Pengujian Terinci)
Pada tahap ini auditor harus mengumpulkan bukti-bukti yang cukup, kompeten, material dan relevan untuk dapat menentukan tindakan-tindakan apa saja yang dilakukan manajemen dan pegawai perusahaan yang merupakan penyimpangan-penyimpangan terhadap criteria dalam firm audit objective (tujuan pemeriksaan yang pasti), dan bagaimana effects dari penyimpangan-penyimpangan tersebut dan besar kecilnya effects tersebut yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

c) Report Development (Pengembangan Laporan)
Temuan audit harus dilengkapi dengan kesimpulan dan saran dan harus direview oleh audit manager sebelum didiskusikan dengan auditee. (sebaiknya secara tertulis).

Pentingnya Tujuan dan Fungsi Pendidikan

Fungsi pendidikan dari kacamata barat yaitu melahirkan individu-individu yang pragmatis yg bekerja untuk memperoleh kejayaan material dan profesional sosial yang memberi kesejahteraan kpada diri, industri dan negara. Diupayakan pendidikan berawal dari manusia apa adanya atau aktualisasi dengan mempertimbangkan sgala kemungkinan yg apa adanya atau potensialitas dan manusia trsebut diarahkan menuju terwujudnya pribadi yang dicita-citakan atau idealitas.

tujuan dan fungsi pendidikan

Tujuan dari pendidikan adlah manusia atau individu yang bertaqwa dan beriman kepada Tuhan YME, mempunyai akhlak mulia, cerdas, sehat, berkemauan, berperasaan, dan dapat berkarya untuk memenuhi kebutuhan secara wajar, dpat mengendalikan hawa nafsu, bermasyarakat, berbudaya, dan berkepribadian. Sehingga implikasi dri pendidikan mampu mewujudkan atau mengembangkan sgala potensi yang ada pada diri manusia dalam 

berbagai konteks dimensi seperti moralitas, keberagaman, individualitas (personalitas), sosialitas, keberbudayaan yang menyeluruh dan terintegrasi. Dapat dikatakan juga bahwa pendidikan mempunyai fungsi untuk memanusiakan manusia dan memiliki Inovasi Pendidikan tersebut. 

Tujuan Pendidikan Nasional harus sesuai dengan Tap MPRS No XXVI/MPRS/1966 tentang Agama, pendidikan dan kebudayaan, sehingga dirumuskan bahwa tujuan dari pendidikan adalah membentuk manusia Pancasila sejati berdasarkan pembukaan UUD 1945. Dalam UU No. 2 tahun 1989 juga ditegaskan bhwa tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, dengan artian bahwa manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, memiliki budi pekerti luhur, memiliki keterampilan dan pengetahuan, kesehatan jasmani dan rohani, memiliki pribadi yang baik, mandiri dan memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan, kebangsaan. 

Kesimpulannya, fungsi pendidikan brtujuan untuk menghilangkan segala sumber penderitaan rakyat yaitu kebodohan dan ketertinggalan. Menurut UUSPN No.20 thun 2003 menyatakan bahwa, “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yg bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.”

Pengertian Inovasi Pendidikan

Asal kata inovasi berasal dari bahasa latin “innovation” yang artinya pembaharuan atau perubahan. Inovasi mrupakan suatu perubahan baru utk menuju ke arah perbaikan yang berbeda dengan sebelumnya dan dilakukan secara sengaja, terencana (bukan suatu kebetulan).


inovasi pendidikan


Inovasi pendidikan menurut Ibrahim (1988) adlah inovasi yang berfungsi utk memecahkan masalah atau inovasi pada bidang pendidikan. Kesimpulannya, inovasi pendidikan adlah suatu gagasan atau ide, metode, brang yang dirasa oleh seseorang atau masyarakat (kelompok orang) sebagai hal yang baru, baik itu brupa hasil penemuan baru (inverse) atau baru ditemukan orang (discovery) yg dipakai dalam mencapai tujuan pendidikan dan memecahkan permasalahan pendidikan. 

Saat ini pendidikan tlah bnyak mengalami perubahan. Pendidikan saat ini sudah mengintegrasikan teknologi dengan praktik pembelajaran yg sangat inovatif. Menurut para peneliti dan pemangku kepentingan pendidikan, perubahan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan para siswa serta pembelajar. 

Perubahan pendidikan bertujuan untuk membekali siswa dengan kualitas pendidikan yang baik agar mereka mampu beradaptasi dengan situasi ekonomi global. Selebihnya anda bisa mengetahui Tujuan dan Fungsi Pendidikan tersebut. Seiring berjalannya waktu dunia kerja juga mengalami perkembangan dan perubahan. Sistem perekrutan tenaga kerja semakin ketat dengan membatasi tingkat pendidikan dan mencari individu yang berkualitas serta memiliki kompetensi.

Tidak hanya dalam bidang teknologi saja inovasi (pembaharuan) itu diperlukan, namun segala bidang juga memerlukan inovasi, seperti bidang pendidikan. Penerapan inovasi pendidikan terjadi pda segala jenjang pendidikan dan segala komponen sistem pendidikan. 

Sebagai seorang pendidik, wajib mengetahui dan mampu menerapkan inovasi-inovasi untuk mengembangkan proses pembelajaran agar lebih kondusif supaya hasil yang diperoleh dapat maksimal. Output sangat berpengaruh trhadap kemajuan lembaga pendidikan, sehingga pengakuan yang nyata akan muncul dari orang tua, masyarakat dan jga siswa.

Pengertian Media Pembelajaran

Secara umum media pembelajaran adalah alat bantu dalam proses blajar mengajar. Sesuatu apa pun yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perhatian, perasaan, dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar tersebut sehingga dpat mendorong terjadinya proses belajar atau kegiatan pembelajaran. Batasan dri media pembelajaran ini cukup luas dan mendalam dngan mencakup pengertian sumber, mnusia dan lingkungan serta metode yg dimanfaatkan dri tujuan pembelajaran atau pelatihan tersebut.

media pembelajaran


Singkatnya pengertian media pembelajaran adlah suatu alat sebagai perantara untuk pemahaman makna dari materi yang disampaikan oleh pendidik atau guru baik berupa media cetak atau pun elektronik dan media pembelajaran ini jga sebagai alat utk memperlancar dari penerapan komponen-komponen dari sistem pembelajaran tersebut, sehingga proses

pembelajaran dapat bertahan lama dan efektif, suasana belajar pun menjadi menyenangkan.

Proses pembelajaran adlah proses komunikasi yang berlangsung dalam suatu sistem, maka dari itu media pembelajaran tersebut menempati posisi yg ckup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa adanya media pembelajaran tersebut, komunikasi tidak akan terjadi dan proses blajar mengajar sebagai proses komunikasi jga tidak akan bisa berlangsung secara efektif dan optimal. Jadi, media pembelajaran tersebut bisa dikatakan sebagai komponen integral dri sistem pembelajaran.

Kesimpulannya, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan peantara untuk menyalurkan pesan, merangsang fikiran, minat, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses blajar pada diri peserta didik.

Berikut adalah media pembelajaran di bagi beberapa jenis, yaitu : 

- Media Visual : grafik, chart, komik, diagram, kartun, bagan, dan poster
- Media Audial : radio, laboratorium bahasa, tape recorder, dan sejenisnya
- Projected still media, slide, over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
- Projected motion media : film, video (DVD, VCD, VTR), televisi, komputer dan sejenisnya. 

Sedangkan tujuan dari media pembelajaran tersebut adalah untuk mempermudah proses belajar - mengajar, utk meningkatkan efisiensi belajar-mengajar, menjaga relevansi dengan tujuan belajar, untuk membantu konsentrasi mahasiswa dan lain-lain.

Pengantar Akuntansi Dasar

Pengertian sederhana dari akuntansi adalah suatu ilmu yg digunakan utk mempelajari aktivitas pengeluaran dan pemasukan keuangan. Sedangkan pengertian akuntansi dlam artian luas adalah proses kegiatan jasa untuk mengolah data-data keuangan atau input yang nantinya akan menghasilkan informasi keuangan atau output dalam ukuran uang yg bermanfaat bagi beberapa pihak yang berkepentingan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Akuntansi Dasar

Pihak-pihak yang membutuhkan informasi keuangan akuntansi adalah:


1. Pihak intern
Pihak intern adlah manajemen perusahaan, informasi keuangan sngat dibutuhkan oleh pihak manajemen perusahaan untuk mengetahui perkembangan keuangan perusahaan yang dikelolanya. Laporan keuangan akan dijadikan dasar penyusunan anggaran dan perumusan kebijakan ekonomi perusahaan.

Karyawan, informasi keuangan sebagai dsar utk mengetahui kemampuan perusahaan dalam pemberian, gaji, fasilitas, bonus dan untuk menilai prospek perusahaan sehingga dpat dijadikan dasar untuk memutuskan akan tetap bekerja di perusahaan tersebut atau pindah.


2. Pihak ekstern
  • Pemilik perusahaan, informasi keuangan dijadikan dasar untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dan sebagai dsar untuk menilai kinerja dari manajemen perusahaan.
  • Bank atau Kreditur, informasi keuangan dijadikan dasar oleh pihak kreditur atau bank untuk menilai tingkat kesehatan suatu perusahaan yg akan dan telah melakukan pinjaman modal dan infromasi keuangan juga dijadikan dasar untuk mengetahui tingkat kemampuan debitur dalam mengembalikan kewajibannya (utang/pinjaman).
  • Investor, informasi keuangan dijadikan dasar dalam berinvestasi. Apakah modal yang diinvestasikan dlam suatu perusahaan akan memberikan keuntungan atau tidak.
  • Pemerintah, informasi keuangan digunakan sebagai dasar dalam penetapan besaran pajak yang akan dibayarkan oleh suatu perusahaan dan jga untuk mengetahui kemampuan suatu perusahaan dalam pemberian UMR karyawan serta pemberian fasilitas-fasilitas bgi karyawan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan yang berlaku.

3. Pihak-pihak lain 
Pihak-pihak lainnya diantaranya mahasiswa yg membutuhkan informasi keuangan suatu perusahaan untuk menyusun skripsi, lembaga sosial sebagai dasar untuk menentukan suatu perusahaan yang akan dimintai untuk memberikan sumbangan atau donatur, dan calon relasi kerja untuk memutuskan apakah jdi bekerjasama atau tidak.


Mengenal Laporan Keuangan

Pada dasarnya informasi keuangan terdiri dari dua komponen pokok, yakni laporan keuangan dan informasi keuangan lainnya, berikut penjelasan dlam gambar:

laporan keuangan

Laporan keuangan (accounting statements) adlah hasil yang diperoleh dari proses akuntansi keuangan yg bermanfaat dalam memberikan informasi keuangan bagi pihak intern dan ekstern suatu perusahaan. Laporan keuangan jga sebagai penghubung antara data keuangan (aktivitas perusahaan) dengan pihak yg berkepentingan.


Berikut beberapa daftar laporan keuangan:




1. Neraca (Balance Sheet)

Adalah suatu daftar laporan yg sistematis yang berisi ringkasan aktiva (assets), utang/kewajiban (liabilities), dan modal (equity) dari suatu perusahaan yang ditutup pada tanggal terakhir periode akuntansi.

2. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Adalah laporan yang menunjukkan ringkasan penghasilan (pendapatan), biaya, rugi dan laba yang diperoleh perusahaan pada periode tertentu.

3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) 

Adalah laporan yang berhubungan dengan aliran kas masuk dan keluar dari suatu perusahaan dalam periode tertentu.

4. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan ini bermanfaat dalam memberikan informasi tambahan, seperti tambahan informasi dalam neraca perhitungan laba rugi yang tidak bisa ditunjukan secara jelas, gunakanlah tanda kurung untuk menjelaskan secara langsung dalam laporan.


Penyusunan Laporan Keuangan

Siklus akuntansi adalah sebuah proses utk menyediakan laporan keuangan suatu perusahaan dalam periode wktu tertentu. Siklus ini menjelaskan dari awal terjadinya transaksi hingga proses penyajian laporan keuangan pada akhir periode akuntansi. Ada yang juga yang mengartikan bhwa siklus akuntansi adalah tahapan urutan transaksi serta proses peristiwa aktivitas akuntansi dari awal periode sampai akhir periode dngan tidak terputus, dalam artian berputar (siklus). Tahapan siklus akuntansi terdiri dari:

  • Tahap pencatatan, mulai dari pencatatan awal dokumen transaksi, pencatatan jurnal, pemindahan akun ke buku besar, dan pencatatan dalam neraca saldo.
  • Tahap pengikhtisaran, mulai dari pengikhtisaran dalam jurnal penyesuaian, jurnal pembalik dan neraca lajur.
  • Tahap pelaporan, terdiri dari laporan keuangan, jurnal penutup, dan NSSD (Neraca Saldo Setelah Penutupan)

Berikut penjelasan siklus akuntansi dalam gambar:


Keterangan Gambar:

Langkah pertama proses akuntansi adlah mlakukan survei untuk transaksi keuangan. Survei dilakukan terhadap bukti transaksi keuangan, diantaranya nota, memo, cek, bon, dll. Setelah melakukan survei kemudian melakukan perencanaan utk menganalisa bukti transaksi. Langkah selanjutnya setelah melakukan analisa bukti transaksi adlah pencatatan transaksi dalam buku jurnal, dilanjutkan dengan pengelompokan transaksi keuangan pda buku besar (pemostingan), semua transaksi yg sdah dikelompokan akan dijumlah di dalam buku besar yang akan menghasilkan saldo debet dan kredit. Saldo inilah yg nantinya akan dimasukan ke dalam neraca saldo.

Langkah berikutnya adalah melakukan pencatatan data penyesuaian pada jurnal penyesuaian. Kemudian setelah melakukan penyesuaian pada jurnal penyesuaian langkah berikutnya adalah menyusun neraca lajur yang di dalamnya dihasilkan perhitungan neraca saldo disesuaikan, laba rugi dan neraca. Kemudian setelah menyusun neraca lajur, langkah berikutnya adalah menyusun laporan keuangan. Setelah menyusun laporan keuangan, langkah berikutnya adlah menyusun penutupan buku. Penutupan buku adalah persiapan untuk memasuki periode akuntansi berikutnya. Langkah berikutnya adalah pemostingan jurnal penyesuaian dan jurnal penutup ke dalam buku besar. Langkah terakhir setelah posting ke buku bsar adalah pembuatan neraca saldo setelah penutupan dan jurnal pembalik.

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sebuah sistem informasi akuntansi sangat pnting untuk sebuah perusahaan, apalagi perusahaan yg sudah tergolong sbagai perusahaan besar, saking pentingnya sistem informasi akuntansi bagi perusahaan, banyak juga yang membutuhkan sistem tersebut. Dalam artikel saya kali ini, saya akan membahas dan mencoba untuk menjelaskan seputar sistem informasi akuntansi.

sistem informasi akuntansi


Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Data transaksi yg dimiliki oleh perusahaan akn dikumpulkan dan diproses menggunakan sebuah sistem, sistem tersebutlah yang dimaksud dengan sistem informasi akuntansi, selain untuk mengumpulkan dan memproses data transaksi yg dimiliki, oleh perusahaan sistem informasi akuntansi juga digunakan utk mendistribusikan informasi yang dihasilkan dari sistem tersebut kepada pihak yang berkepentingan.

Dari uraian diatas mungkin akan muncul sebuah pertanyaan, knapa data transaksi harus dikumpulkan dan diproses ? Yah, perusahaan perlu untuk mengumpulkan dan memproses data transaksi yang ada, misalkan saja kita sebagai pemilik perusahaan, ada data transaksi untuk pembelian bahan baku, kita sebagai pemilik perusahaan tidak maukan data transaksi untuk pembelian bahan baku tersebut hilang entah kemana dan tidak dicatat, jika hal tersebut terjadi bagaimana perusahaan menentukan jumlah yang digunakan untuk membeli bahan baku, maka dari itu perusahaan membutuhkan sistem informasi akuntansi, karena jika perusahaan tidak memilikinya maka perusahaan akan memiliki informasi yang tidak akurat dan kemungkinan besar perusahaan akan mengalami pemborosan dalam beroperasi. Contoh kasus "bahan baku" tersebut hanya satu contoh dari buruknya sistem informasi akuntansi yang dimiliki suatu perusahaan, bisa kita bayangkan jika perusahaan tersebut benar-benar memiliki sistem informasi akuntansi yang buruk, atau malah tidak ada sistem informasi akuntansi, sungguh akan kacau perusahaan tersebut !

Bagaimana perusahaan yg tidak memiliki sistem informasi akuntansi dapat mengontrol piutang atau hutang yg dimilikinya jika data tersebut hilang, atau tidak diketahui, hal tersebut bisa mengakibatkan kerugian yang besar bagi perusahaan, krena itulah sebuah sistem informasi akuntansi sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh suatu perusahaan. 


Sistem Informasi Akuntansi Yang Baik
Percuma dan akan sangat sia-sia jika perusahaan memiliki sistem informasi akuntansi nmun sistem tersebut tidak bisa diandalkan. Manajemen sangat membutuhkan sistem informasi akuntansi yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukan. Salah satunya kita harus mempunyai Akuntansi Dasar jika didalam perusahaan terdapat sistem informasi akuntansi yang baik, setidaknya sistem tersebut akan membantu manajemen untuk mengetahui informasi sebagai berikut :

  1. Informasi mengenai penjualan, dengan informasi penjualan, manajemen dapat membandingkan penjualan yang telah dicapai saat ini dengan penjualan sebelumnya (per periode)
  2. Informasi mengenai hutang, dengan informasi ini manajemen dapat melihat besaran dan jenis hutang yang ada
  3. Informasi mengenai arus kas, dengan informasi ini manajemen dapat melihat besaran arus kas yang terjadi, baik arus kas masuk maupun arus kas keluar
  4. Informasi mengenai divisi produk, jika perusahaan tidak hanya memiliki satu produk, dengan informasi ini manajemen dapat melihat apakah divisi-divisi yang dimiliki perusahaan ada yang mengalami kerugian
  5. Informasi untuk menganalisis apakah akan menaikkan dividen atau tidak kepada para pemegang saham. 

Selain lima informasi yang dapat diperoleh oleh manajemen dngan baiknya sistem informasi akuntansi perusahaan, sistem informasi akuntansi juga dapat memberikan informasi-informasi lainnya kpada manajemen. Jika sistem informasi akuntansi benar-benar baik, maka informasi-informasi dengan mudah dapat diperoleh oleh manajemen yang mungkin dapat digunakan untuk bahan kajian atau evaluasi untuk mencapai tujuan perusahaan.

Terimakasih anda tlah membaca artikel saya yang berjudul pengertian sistem informasi akuntansi. Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada kesalahan dan kekeliruan apapun. Kritik, saran, ataupun tambahan dapat anda sampaikan dengan berkomentar.

Looking Through :

  • pengertian sistem informasi manajemen
  • manajemen keuangan
  • sistem informasi akuntansi
  • software akuntansi
  • komponen sistem informasi
  • program akuntansi
  • aplikasi akuntansi
  • kursus akuntansi
  • aplikasi komputer akuntansi
  • konsep sistem informasi akuntansi
  • pengertian sistem informasi akuntansi penjualan
  • penjelasan sistem informasi manajemen
© 2013 - 2015 Gubug Informasi - All Rights Reserved - Protected by DMCA
Back to Top